Posts

Wilfred Cantwell Smith: All Religions Are, in Essence, One

Image
o    Wilfred Cantwell Smith argued that the division of religion into compartmentalized entities is not an eternal reality, but rather a construct of modern Western history. o    According to him, the essence of human religiosity should be understood through the dimension of a living, interior faith, rather than merely through institutional forms and external, inherited traditions (what he termed "cumulative tradition"). o    This line of thought sparked a philosophical discourse that paved the way for religious pluralism, though it has also drawn criticism for potentially obscuring fundamental doctrinal differences between various traditions. Ask AI: Explain the perspective of Wilfred Cantwell Smith, who—in The Meaning and End of Religion (1962)—takes a different path by challenging the notion of "religion" as a set of discrete, separate entities, arguing instead that this is a modern construct. Also, provide a brief summary based on the entr...

Wilfred Cantwell Smith: semua agama sebenarnya cuma satu

Image
Wilfred Cantwell Smith menyatakan bahwa pembagian agama ke dalam entitas-entitas yang terkotak-kotak bukanlah hal yang abadi, melainkan konstruksi sejarah Barat modern .   Menurutnya, hakikat keberagamaan manusia seharusnya dipahami melalui dimensi iman batiniah yang hidup ( faith ), bukan sekadar bentuk institusi dan warisan lahiriahnya ( cumulative tradition ).   Pemikiran ini memicu diskursus filosofis yang membuka jalan bagi pluralisme agama, meskipun tetap menuai kritik karena dianggap berisiko mengaburkan perbedaan doktrin mendasar antar-tradisi. Tanya AI : Jelaskan tentang Wilfred Cantwell Smith, dalam The Meaning and End of Religion (1962), yang mengambil jalan lain dimana ia menggugat, dan bersikap bahwa "agama" sebagai entitas yang terpisah-pisah adalah konstruksi modern. Jelaskan juga ulasan ringkasnya di Stanford Encyclopedia of Philosophy, pada entri tentang keragaman dan pluralisme agama. Jawaban AI: ...

Chronology of the life of Muhammad SAW

569 AD - the prophet Muhammad's father Abdullah bin Abdul Muttalib died 570 AD - The Apostle was born in Mecca. Around the time of the Prophet's birth, there were 360 ​​idols around the Kaabah. The same year, Abraha stormed the temple because he was angry that the church he had made was still empty and people were still going to Mecca. 576/577 AD - The Prophet's mother, Aminah bint Wahb, died, and the Prophet was cared for by his grandfather. 583 AD – Traded with his grandfather to Syria, when he was 12 years old. It is said that during this trade, namely in the region between Syria and the Hijaz, he met a Jewish monk named Buhaira. At that time, Buhaira was amazed to see Prophet Muhammada and said he saw prophethood in the Apostle 595 AD - Rasul married Khadijah, until his death in 609. Married for approximately 14 years. 597 AD - birth of Zainab, followed by Ruqqayah, Umm Khultum, and Fatima Zahra. 610 AD - Muhammad was appointed an Apostle 613 AD - Apos...

Kronologi kehidupan Muhammad SAW

569 M -  ayah nabi Muhammad Abdullah bin Abdul Muthalib meninggal dunia 570 M -  Rasul lahir di Mekkah. Saat sekitar kelahiran Rasul ini, ada 360 berhala di sekitar kaabah. Tahun yang sama, Abrahah menyerbu kaabah karena marah kok gereja buatannya tetap sepi dan orang-orang tetap pergi ke Mekkah. 576/577 M -  Ibu Rasulullah yakni Aminah binti Wahb meninggal, rasul lalu dipelihara kakeknya 583 M – Berdagang dengan kakeknya ke Syria, saat berumur 12 tahun. Diiceritakan, bahwa saat berdagang ini,  yakni ke wilayah antara Syam dengan Hijaz, beliau bertemu dengan seorang rahib Yahudi bernama Buhaira. Buhaira kala itu takjub melihat Nabi Muhammada dan mengatakan melihat kenabian di diri Rasul 595 M -  Rasul menikah dengan Khadijah, sampai meninggal nya tahun 609. Berumah tangga selama  lebih kurang 14 tahun. 597 M -  kelahiran Zainab, lalu diikuti Ruqqayah, Umm Khultum, dan Fatima Zahra. 610 M  - Muhammad diangkat menjadi ...